free web site traffic and promotion
Tampilkan postingan dengan label cinta. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label cinta. Tampilkan semua postingan

Senin, 16 Juli 2012

But everyone need love

from Edisi Merah Fanta by Kang Japri

Ada ungkapan “ Jika tidak mau menderita jangan pernah jatuh cinta” Waduh! Angker banget nih, bikin brigidik bulu roma. Kenapa pula sebagian orang berkata seperti ini. Apakah ketika kita jatuh cinta lantas "jatuh" dari hubungan cinta itu sangat-sangat menyisakan trauma yang begitu menyiksa. Lantas jadi tak percaya kepada yang namanya cinta. Lantas membuat provokasi kepada sesama, "Kalau tidak mau menderita,Jangan jatuh Cinta."

Cinta jadi petaka, yang senantiasa menghantui setiap gerak langkah menuju terjalinnya sebuah perasaan cinta. Inikah yang disebut kekgagalan cinta? Inikah derita cinta. Pantas seorang Pat Kay dalam ceritanya berkata, "cinta dari dulu hingga kini deritanya tiada berakhir ..." Weyyyy lebih edun lagi neeh, tanpa akhir Bo !!!

Ah ....kiranya itu hanya sebuah ungkapan kekecewaan dari seseorang yang tidak siap dengan konsekuensi dari sebuah hubungan rasa - cinta. Semoga kita tetap terpelihara dari kekecewaan cinta.

Janganlah seperti itu, CINTA adalah anugrah yang lahir bersama manusia. Manusia perlu cinta sebagaimana ia terlahir karena rasa cinta. Tanpa cinta manusia akan berubah wujud angkara. Tanpa cinta mungkin keabadian fitrah tak ada.

Renungkanlah syair berikut:
Ø  Rasa cinta
Ø  Pasti ada
Ø  Pada makhluk yang bernyawa
Ø  Tak akan hilang
Ø  Selamanya
Ø  Sampai akhir waktu nanti

Sejatinya, cinta dicipta untuk menguji manusia. Yang Maha Mencinta khusus dalam edisi cintanya berfirman,

" Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga)." (Qs. Ali Imran: 14)

"Dan di antara manusia ada orang-orang yang menyembah tandingan-tandingan selain Allah; mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah. Adapun orang-orang yang beriman sangat cinta kepada Allah. Dan jika seandainya orang-orang yang berbuat dzalim itu mengetahui ketika mereka melihat siksa (pada hari kiamat), bahwa kekuatan itu kepunyaan Allah semuanya dan bahwa Allah amat berat siksaan-Nya (niscaya mereka menyesal)." (Qs. Albaqoroh: 165)

Katakanlah: "Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu." Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.(Qs. Ali Imran: 31)

Cinta adalah keindahan yang dengannya semua akan terasa indah sbab berasal dari Yang Maha Indah (Jamil).

”Alloh itu sangat indah dan senantiasa menyukai yang serba indah dari makhluq  ciptan Nya.”

Makhluq Yang berupaya mengerti memahami serta menghayati bahwa keindahan cinta sesungguhnya berawal dan berakhir pada muara cintanya sang pencipta alam raya. Jadi para pecinta setaji seyogyanya terlebih dahulu mengenal sumber cinta sebelum menerapkan cinta yang dimilikinya untuk sesama.

Dalam sebuah hadits dinukilkan bahwa, “bertemu dan berpisah harus didasarkan kepada satu hal yakni “cinta” nya Alloh Robbul ‘Izzaty.

Wallohu’alam.

Rabu, 11 Juli 2012

C I N T A


"Jangan  kaukira cinta datang dari keakraban yang lama dan pendekatan yang tekun. Cinta adalah anak kecocokan jiwa dan jika itu tidak pernah ada, cinta tak akan pernah tercipta dalam hitungan tahun bahkan milenia"

Itulah salah satu kata bertuah dari Sang Maestro. Penyair, filosof dan "sang nabi" dari Lebanon, Khalil Gibran.
Ungkapan Khalil Gibran tsb terkesan menolak kata-kata bijak yang hidup di negeri ini, Tresno jalaran soko kulino. Cinta lantaran terbiasa.
Namun, sebenarnya mungkin tidak. Para orang tua kita dulu, melihat cinta sebagai suatu proses. Bagaimana mungkin, dua anak manusia yang berlainan jenis bisa tiba-tiba saling jatuh cinta, tanpa mengenal lebih dahulu. Cinta tidak mungkin hidup hanya sekedar melihat penampilan sesaat. Yang tumbuh di hati, barangkali sebatas simpatik.
Sementara Khalil Gibran melihat cinta dari sudut maknanya. Cinta merupakan kecocokan jiwa. Tanpa itu, sekalipun dua anak manusia diikat tali perkawinan, takkan tumbuh perasaan cinta. Yang hidup, hanya sebatas saling membutuhkan atau rasa kasihan.
Namun, baik Khalil Gibran maupun para orang tua kita sepakat. Cinta tidak boleh dilandasi nafsu. Gibran malahan menggambarkan dengan kata-kata indah, "Cinta yang penuh nafsu adalah dahaga yang tak terobati". Dia akan menjadi budak nafsu, yang terus menerus mencari korban.
Gibran juga mengingatkan, cinta tidak boleh dipaksakan. Dia akan tumbuh alami, menembus sekat-sekat yang ada, karena cinta memang tak mengenal status atau usia
Tapi tampaknya, apa yang digambarkan Gibran tak mudah dilaksanakan. Kerapkali kita terjebak yang sifatnya duniawi. Cinta bukan hanya sekedar perasaan, tapi lebih banyak diterjemahkan menguasai dan memiliki. Siapapun yang menghalanginya akan didobrak dan diterjang, bahkan dimusnahkan, termasuk orang yang kita cintai.